(Foto istimewa: Elliyu Sururin, percaya diri saat berbahasa Inggris)

"Wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan dimanapun dia berada".

Mungkin begitulah, sebuah kalimat yang disampaikan oleh Abdullah Gymnastiar, atau yang lebih dikenal dengan Ustadz AA Gym (pendakwah, dan penulis buku).

Selaras dengan hal tersebut diatas, untuk mengembangkan potensi khususnya bagi seorang anak atau peserta didiknya. Kali ini, salah satu siswi dari Yayasan Mambaul Hikmah, Sera Barat, Bluto, Sumenep Madura Elliyu Sururin kembali lolos menjadi Juara Harapan II dalam Cabang Lomba Pidato B. Inggris Se-Kabupaten Sumenep.

Dalam acara yang bertajuk "Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni)" di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur itu, berlangsung selama tiga hari sejak Selasa-Kamis, 27-29 Agustus 2019.

Acara untuk menggali potensi siswa dan siswi pada bidang olahraga dan seni tersebut memang secara rutin digelar setiap 2 tahun sekali, dan diikuti oleh 1.936 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 1.274 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau total peserta mencapai 3.200 siswa se-Kabupaten Sumenep.

Elliyu Sururin, siswi kelas 9 yang masih duduk dibangku sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Mambaul Hikmah Sera Barat, menunjukkan bukti bahwa sekolah di pesantren masih bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya. Dan hal itu juga bukan menjadi penghalang bagi Elliyu Sururin untuk dapat mengembangkan potensinya dalam berbahasa Inggris.

Selain memang dunia pesantren akrab dengan yang namanya kitab kuning atau kitab gundul. Namun disamping itu juga, Yayasan Mambaul Hikmah mampu mewadahi bagi siswa/inya, santriwan/santriwatinya untuk dapat mengembangkan dan menularkan potensinya melalui pengembangan bakat dan minatnya seperti berbahasa inggris, bahasa arab, komputer, serta seni dan ilmu sosial lainnya.

Untuk diketahui, sebelumnya dalam ajang perlombaan ini juga. Seorang siswa Mambaul Hikmah Sera Barat atas nama Raditul Abror, juga menjadi Juara III dalam ajang Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Se-Kabupaten Sumenep.